Pelantikan MKEK PB IDI

pelantikan pbidi

Bertampat di Puri Ratna Grand Sahid Jaya Jakarta (20/12), Ketua Umum PB IDI – Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG  melantik Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Periode 2015 – 2018. Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) – DR. Dr. Prijo Sidipratomo, SpRad (K) melantik Pengurus MKEK. Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI)- Prof. DR. Dr. David S Perdanakusuma, SpBP-RE (K) melantik Pengurus MKKI. Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan  Keprofesian (MPPK) –  Dr. Poedjo Hartono, SpOG (K) melantik Pengurus MPPK.

Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne IDI. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan disampaikan oleh Menteri Kesehatan – Prof. DR. Dr. Nila Moeloek, Sp.M (K).

Seusai sambutan Menkes, diilanjutkan dengan pelantikan dan penglepasan Pengurus Besar IDI periode 2012 – 2015. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Purna PB IDI – Dr. Zaenal  Abidin, SH, MH, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Umum PB IDI – Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG dan terakhir ditutup dengan Do’a serta foto bersama.

Dalam sambutannya Ketua Umum PB IDI – Prof. Dr. I.O Marsis, SpOG mengharapakan agar yang disampaikan visi misi ke depan IDI, agar bisa disampaikan juga kepada ketua-ketua IDI Wilayah dan Cabang. “ Terutama arahan yang diberikan itu merupakan dasar dari aplikasi program ke depan. Karena kalau kita tidak cermati untuk  ke depannya yang kita hadapi tentu sangat berat,” ujar Ketua Umum PB IDI.

Prof. Marsis juga menjelaskan Visi ke depan IDI, yaitu agar dokter sejahtera, professional, dan masyarakat sehat .Untuk Visi ini ada beberapa sasaran, sasaran pertama untuk kesejahteraan dokter, sasaran kedua, profesionalisme dokter, dan sasaran ketiga, partisifasi aktif IDI yang lebih efektif, efisien dalam fungsi advocator dan egent of change.

Dijelaskan oleh Prof. Marsis, bahwa sasaran pertama, agar terwujudnya dokter Indonesia yang sejahtera yang tercermin dari kejelasan karir, income yang rasional dan lingkungan kerja yang mendukung.

Sasaran kedua, agar terwujudnya dokter Indonesia yang semakin professional di era globalisasi melalui perbaikan kualitas, kemudahan akses pendidikan dan penegakan etika kedokteran.

Sasaran ketiga, terwujudnya peran aktif IDI dalam peningkatan status kesehatan masyarakat melalui partisipasi yang lebih efektif dan efisien.

 

Sumber: idionline.org