Simposium MKEK: Etika Pelayanan Kesehatan pada Era Jaminan Kesehatan Nasional

Perkembangan pesat model pelayanan kesehatan di Indonesia setelah diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional, terutama di rumah sakit telah menimbulkan kompleksitas problema etika dibandingkan dengan era Fee for services sebelumnya. Dokter sebagai aktor utama dalam tata
letak klinis (aspek etika mikro) dengan jenis dan cara bekerja teknologi spesialistis yang belum berkembang, pada saat ini secara bersamaan harus memiliki banyak pertimbangan “non klinis”.
Era demokratisasi yang mewarnai perkembangan model pengambilan keputusan dan pemajuan pertimbangan ikut membingkai lebih matangnya masyarakat pasien yang kian menyadari haknya untuk didengar dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan terhadap dirinya. Dokter dan manajer pelayanan kesehatan dalam rumah sakit atau klinik atau fasilitas pelayanan lainnya “diharuskan” untuk belajar sisi subjektif pasien, namun sambil menyeimbangkannya dengan sisi objektif dari bukti kedokteran dan sistem pembiayaannya. Dengan demikian penyeimbangan antara “kendali mutu” dengan “kendali biaya” tidaklah semudah yang diprakirakan, apalagi sebagian besar kita semua masih baru setahun saling belajar dalam menerapkan sistem JKN yang dikelola BPJS.

Simposium MKEK 4 Desember 2016

Untuk itu diperlukan pemahaman rambu-rambu pencegahan pelanggaran etik di era JKN. Selain itu pemahaman yang lebih mengerucut diperlukan untuk perbaikan profesionalisme dan tuntunan perilaku etis para aktor di pelayanan kesehatan. Oleh karenanya MKEK Pusat menyelenggarakan Simposium dengan tema Etika Pelayanan Kesehatan pada Era Jaminan Kesehatan Nasional pada tanggal 4 Desember 2016 bertempat di Aula RS Budi Kemuliaan Jakarta. Simposium ini dihadari oleh 150 peserta dari jakarta dan perwakilan MKEK wilayah dari seluruh Indonesia. Simposium dibuka oleh Ketua MKEK Pusat DR. Dr. Pridjo Sidipratomo, Sp.Rad(K).

Pembicara yang hadir merupakan ahli dibidangnya. Seperti Prof. DR. Dr. Agus Purwadianto, Sp.F, SH menyajikan materi Peran MKEK dalam manajemen konflik etikolegal dalam pertimbangan klinis JKN. Dr. Broto Wasisto, MPH dengan materi Pandangan MKEK PB IDI terhadap profesi dokter masa depan. Prof. Dr. Sjamsuhidajat, Sp.B menyajikan materi Kerjasama efektif institusi pendidikan dokter dengan MKEK dalam mencegah dan menangani bullying baik di pendidikan Dokter maupun Spesialis. Serta banyak pembicara lain sehingga diskusi berlangsung interaktif.

15252569_10209808220516687_6080883455094388172_o